Rabu, 12 Oktober 2011

ULTAH BU MITA

Sekedar nostalgia, gambar-gambar diambil saat Bu Mita (LFAM) berulang tahun di bulan Januari 2011.










ULTAH PAK PURWANTA

Sekedar nostalgia, gambar-gambar diambil saat Pak Purwanta (FAM) berulang tahun di bulan Mei 2011. 













Senin, 19 September 2011

Selamat Pagi SAMers !!!

Ada woro-woro penting nich dari Panitia HUT Bank Mandiri, jadi, nanti hari Minggu tanggal 2 Oktober 2011 Bank Mandiri Ultah yang ke-13 lhooo …. Acaranya bakal dirayain gedhe-gedhean di Dunia Fantasi (DUFAN) dan Advanture Waterpark (AWA). Info perayaannya, kira-2 begini :

Konsep even : Advanture Budaya Indonesia

Jumlah peserta yang hadir : ± 44.000 orang.

Kaus peserta : Direktorat TFS warna Coklat Muda (warna kaus setiap

Direktorat berbeda-beda).

Info penting : Pegawai dan keluarga yang hadir (sesuai jumlah yg diakui

Bank Mandiri) wajib dan harus membawa ticket serta

kaus dipakai/ dibawa untuk ditunjukkan saat masuk ke

lokasi DUFAN/AWA (kalo anaknya masih bayi, kaus tsb

wajib ditunjukkan di pintu masuk DUFAN/ AWA).

Kesimpulan tentang kaus : Peserta yang tidak memakai kaus yang ditentukan, tidak

dapat masuk ke DUFAN dan AWA.

Voucher yang diberikan : Rp.40.000,- per kepala (jumlah keluarga yang ditanggung

sesuai catatan yang diakui oleh Bank Mandiri).

Akan ada 2 moment/acara penting :

1. Pagi

Pagi-pagi jam 08.00 s/d 09.00 WIB, seluruh pegawai harus hadir karena akan ada acara Direktorat. Jadi, setiap Direktorat harus melakukan acara koempoel-koempoel dengan seluruh group yang ada di dalam jajaran Direktoratnya.

Untuk Direktorat TFS, telah ditentukan berkumpul di wahanaBaku Toki” yang merupakan wahana bombom car .... (dari pintu masuk utama DUFAN, ke arah kanan dekat wahana RAMA SHINTA)

Acara Direktorat memang ngga banyak-banyak siyy .. yang paling penting pembagian door prize-nya itu lhooo ... dan bagi pegawai yang sudah dapat doorprize di acara Direktorat, jangan khawatir, akan tetap diikutsertakan dalam undian pada saat acara puncak. Acara lainnya hiburan musik organ tunggal dengan penyanyi-2 handal dari pegawai Direktorat TFS .. antara lain Ibu Diana Hadi, Andrew Irawan (Treasury), Ibu Bara, Bpk. Japaris (PFA), Pak Abdul Hakim dan Om Ali yang tergantenkkk se SAM Raya (SAM).

Oiya ... untuk pegawai yang hadir s/d jam 09.00, oleh panitia akan diberikan BLT alias Breakfast Langsung Tunai pengganti sarapan sebesar Rp.20.000 per kepala. Contohnya, pegawai K3 akan mendapat BLT sebesar Rp.100.000,- .. Hmmm. asikkk kaann ... Namun, utk pegawai yang hadir lewat dari jam itu .. yaaaa ... mohon maaf .. Panitia Direktorat ngga bisa berikan BLT tersebut.

Sooo .. buruan deh dateng pagi-pagi .. selain sehat dengan udara segar di Ancol juga dapet BLT pula .....

Just info pula, selama acara Direktorat berlangsung, seluruh wahana di Dufan belum dioperasionalkan. Wahana baru akan dioperasikan sekitar pukul 10.00 setelah selesainya Acara Direktorat.

Di panggung Maksima Dufan, pgawai dan keluarga akan dihibur oleh artis-artis top Ibukota dengan MC kocak : RONAL dan TIKE, yang setiap pagi siaran di Jak FM ..

2. Sore

Merupakan acara puncak HUT Bank Mandiri, lokasinya di Pantai Festival. Dalam acara tersebut, akan ada sambutan dari Bapak Direktur Utama dan sebagai ceremony akan ada pemotongan tumpeng.

Acara Puncak tersebut akan dimulai sejak pukul 16.30 sampai dengan 20.00. Artis-artis yang akan menghibur kita dalam acara puncak tersebut yaitu Nidji, SMASH (bukan SMOSH lhoo ..), dll. MC-nya seperti biasaaaa .. OKI LUKMAN dan INDRA BEKTI.

Di akhir acara, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, akan ada pertunjukkan kembang api yang spektakularrrrrr ....

Rekan SAMers wajib dateng bersama keluarga yaa ... Emang sih cuman di Ancol, tapi nilai kebersamaannya itu lho ….rrruaaarrrr biasa, kapan lagi kita bisa ketemu dengan keluarga SAMers yang lain dalam suasana yang penuh keceriaan.

Corsec dan Business Banking Group sebagai panitia akan selalu mengupdate perkembangan berita tentang kegiatan HUT BM ini ke seluruh Group. Sooo … kita akan cek bebi cek info-2 terbaru dari Corsec & BBG dan akan kita infokan pula ke seluruh SAMer ….

Woro-woro ini, tolong dicascade ke SAMers lainnya yaa.

Salam Ulang Tahun,

Karyawan Budianto

Minggu, 14 Agustus 2011

Berselisih dengan anak buah? Menang jadi arang, kalah jadi debu!

Sebuah tulisan kecil, sharing hasil training NLP seri "personal power" dan "Managing with NLP" serta bacaan beberapa refferensi buku NLP

Kita 'tahu' bahwa kita akan "hidup" dengan rekan kerja, anak buah dan atasan di kantor dalam jangka panjang, cukup lama. Tetapi sangat sedikit orang yg menyadari hal tersebut. Yang mereka sadari adalah mereka akan hidup lama dengan keluarganya, tetapi "tidak menyadari" bahwa lebih banyak waktu dihabiskan dengan rekan kerja, anak buah dan atasan di kantor.

Akibatnya, sebagian dari mereka kurang peduli dengan anak buah/atasan. Konsekwensinya, ketika terjadi perselisihan dengan anak buah akan dibiarkan begitu saja tanpa ada target penyelesaian. Mungkin karena beban target KPI yg berat, persaingan meniti karir, persaingan memperebutkan hati atasan, permasalahan pribadi, pengalaman memimpin yang minim atau memang kompetensi managerial yang perlu ditambah.

Tetapi semua itu tidak akan menjadi masalah apabila kita "mau belajar". Memang kemudian tugasnya menjadi sangat berat, karena selain harus bisa mencapai target KPI yang diberikan, ia juga harus belajar menjadi atasan/pimpinan atas semua anak buahnya dengan baik, sehingga menjadi team yang solid. Kepemimpinan yang gagal akan sangat mempengaruhi pencapaian KPI yang diterima.

Kunci utama membangun "the dream team" adalah komunikasi dan kepemimpinan yang baik, yaitu melalui pelaksanaan "pacing". Dalam NLP di kenal adanya "pacing than leading", yaitu upaya "menyamakan" (persepsi, keinginan, hobi, kesukaan, dll) antara pimpinan dengan anak buahnya (dalam segala hal ketika berkomunikasi dalam organisasi), kemudian "mengarahkan".

Pertanyaannya adalah, siapa yang bisa dan harus melakukan "pacing than leading" tersebut?

Meskipun sudah bisa ditebak, untuk menjawab pertanyaan tersebut saya berikan satu contoh pelaku "pacing" terbaik di dunia, yaitu Putri Diana (alm).

Masih jelas dalam ingatan kita bahwa Putri Diana selalu melipat kakinya dan menaruh salah satu atau kedua lututnya di tanah ketika berbicara dengan anak-anak. Sudah kebayang kan kita dahulu sering melihat peristiwa tersebut di televisi?

Nah, apa yang bisa kita pelajari dari peristiwa tersebut? Dari kacamata NLP, maka Putri Diana telah melakukan "pacing", yaitu menyamakan (mensejajarkan) ketinggian kepalanya dengan anak-anak yang diajak bicara.

Apa manfaatnya? Anak-anak menjadi nyaman, merasa sama, merasa tidak ada perbedaan dengan Putri Diana seolah berbicara dengan anak-anak teman bermainnya. Tidak ada gap, tidak ada perbedaan sehingga komunikasi menjadi sangat baik. Apabila situasi seperti ini sudah tercapai, maka pihak pimpinan (Putri Diana) dapat mengarahkan (leading) anak buahnya sesuai kepentingan dalam berorganisasi, dalam hal ini adalah pencapaian KPI.

Sederhana bukan? Ya, karena sangat sederhana ini maka sering diabaikan. Seorang pemimpin baru justru sering mencoba-coba cara untuk mencari caranya sendiri dan kemudian gagal. Padahal contoh dari hasil pembelajaran terhadap patern perilaku manusia sudah ada dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Mulai sekarang, coba "samakan" (lakukan pacing) persepsi, hobi, keinginan, tujuan, kesukaan, jam makan siang, sembahyang bersama (dan apapun yang memungkinkan dapat dilakukan bersama anak buah) dengan kerelaan hati dan ketulusan. Ketika hal ini sudah tercapai, anda sebagai pimpinan dapat dengan mudah mengarahkan perilaku anak buah anda.

Jadi, Anda tidak perlu lagi berselisih dengan anak buah, karena meskipun menang dalam perselisihan anda akan jadi arang (team menjadi mudah patah, tidak solid). Dan kalau kalah anda akan jadi debu (team akan bubar, jalan sendiri-sendiri). Kalau sudah demikian, rasanya sangat sulit untuk mencapai target KPI. Dan kalau toh tercapai, tidak akan maksimal dan sulit di ulang pada periode tahun berikutnya.

Tidak ada manfaatnya berselisih, apalagi dengan anak buah sendiri.

Rabu, 03 Agustus 2011

Basic lighting dalam fotografi digital

Esensi fotografi adalah bermain dengan cahaya. Dasar fotografi untuk mengatur cahaya dinamakan eksposure. Komponennya cuma tiga: shutter speed (kecepatan rana), aperture(bukaan diafragma) dan sensitivitas sensor (ISO). Namun pengaturan ketiga komponen inipun tak bisa lepas dari pemahaman dasar akan pencahayaan (lighting), karena cahaya adalah hal pokok yang akan diatur oleh komponen eksposur. Kali ini kami ingin mengulas mengenai teori dasar pencahayaan sebagai bekal untuk memudahkan anda mendapat eksposur yang tepat.

Pencahayaan, atau lighting, bisa digolongkan dalam berbagai bahasan. Umumnya kita membahas lighting berdasarkan jenisnya, sumbernya, dan arah datangnya. Berdasar jenis cahaya kita kenal ada hard light, soft light dsb. Berdasar sumber bisa cahaya tentu dibagi dalam beberapa macam sumber cahaya seperti matahari, lampu studio dsb, sedangkan menurut arah datangnya cahaya, bisa digolongkan dalam cahaya depan, cahaya samping dan cahaya belakang.

Jenis cahaya

Secara sederhana jenis cahaya dibagi dalam dua kelompok, yaitu: cahaya keras (hard light) dan cahaya lembut (soft light). Cahaya keras cenderung punya intensitas tinggi yang menyulitkan kamera untuk mengukur eksposur yang tepat, dan berpotensi membuat pantulan pada objek yang difoto. Hard light juga akan membuat bayangan yang tegas sehingga kurang cocok untuk foto profesional. Cahaya keras contohnya dihasilkan oleh semua lampu kilat pada kamera, atau sinar matahari langsung yang menyorot ke objek foto.

Hard light (credit : dailyphototips.com)

Hard light (credit : dailyphototips.com)

Flash diffuser (credit :Omegasatter.com)

Sebaliknya cahaya lembut (soft light) umumnya dihasilkan melalui teknik studio yaitu penggunaan diffuser pada lampu kilat (lihat gambar di samping). Di taraf lebih tinggi digunakan teknik pantulan supaya cahaya bisa semakin lembut, baik pantulan ke langit-langit (bouncing) ataupun memakai reflektor. Cahaya lembut lebih cocok untuk dipakai di studio baik untuk foto orang ataupun foto produk, namun di luar ruang yang punya sumber cahaya kompleks, cahaya lembut sulit diaplikasikan. Setidaknya kita bisa mengenal perbedaan hasil yang didapat dengan memakai cahaya keras atau cahaya lembut.

Sumber cahaya

Di dunia ini sumber cahaya sangat banyak dan kompleks, mulai dari sinar matahari, bermacam jenis lampu dan benda lain yang berpendar. Tiap sumber cahaya memiliki intensitas dan temperatur warna yang berbeda-beda, sehingga diperlukan kemampuan yang baik dari kamera (atau fotografer) dalam menentukan white balance yang tepat. Umumnya kamera mampu mengenali cahaya matahari, lampu neon, lampu pijar dan lampu kilat. Bila hasil white balance otomatis dari kamera meleset (benda putih jadi kebiruan atau kemerahan) atur preset white balance secara manual. Untuk tingkat lebih lanjut, gunakangrey card sehingga foto yang meleset bisa ditolong memakai software.

Preset white balance (credit : alexismiller.com)

Preset white balance (credit : alexismiller.com)

Kebanyakan kita memotret mengandalkan cahaya alami khususnya sinar matahari. Perlu diingat kalau intensitas cahaya matahari sangat tinggi dan berpotensi membuat foto mengalami highlight clipping. Untuk hasil terbaik hindari memotret di saat matahari terik (jam 10 sampai jam 15) karena kamera tidak akan mampu menangkap rentang spektrum terang gelap yang amat lebar. Apalagi prinsip metering kamera mengandalkan cahaya yang dipantulkan oleh objek foto, sehingga resiko eksposure meleset cukup besar.

Temperatur warna bermacam cahaya (credit : Shortcourse.com)

Temperatur warna bermacam cahaya (credit : Shortcourse.com)

Arah datangnya cahaya

Yang menarik adalah pembahasan mengenai arah datangnya cahaya. Menarik karena bila disiasati dengan tepat, bisa didapat foto yang dramatis, namun bila salah maka hasilnya akan mengecewakan.

  • cahaya depan : sesuai namanya, arah datangnya sinar lurus dari depan objek. Cahaya dari depan ini akan memberikan penerangan yang merata di seluruh bidang foto, sehingga didapat foto yang flat tanpa tekstur terang gelap. Meski secara umum foto seperti ini baik, namun terkadang kurang artistik karena kontrasnya rendah.
  • cahaya samping : ini adalah teknik foto yang cukup artistik dengan mengandalkan cahaya yang datang dari arah samping objek foto. Sinar dari samping ini bisa menghasilkan bayangan dan bisa membuat area terang gelap yang bila secara jeli dioptimalkan maka bisa mendapat foto yang artistik. Contoh pemakaian adalah untuk fotografi windows lighting, dengan si model berdiri di samping jendela dan cahaya menyinari bagian samping dari si model.
  • cahaya belakang (backlight) : suatu kondisi yang bisa menghasilkan foto yang baik atau bahkan buruk, tergantung niatnya. Prinsipnya backlight akan membuat objek foto jadi siluet, sehingga tentukan dulu apakah siluet ini memang hasil yang diinginkan atau tidak. Bila kita tidak sedang ingin membuat foto siluet, usahakan menghindari memotret dengan backlight. Meski ada trik untuk mengatasi backlight, tapi hasilnya tidak akan optimal. Maka itu usahakan merubah posisi objek atau fotografer bila berhadapan dengan cahaya dari belakang.

Sebagai bonus, bila pun anda terpaksa memotret dengan sumber cahaya dari belakang (backlight), berikut tips untuk menghindari siluet :

  • atur kompensasi eksposure (Ev) ke arah positif, bisa sampai 2 stop kalau perlu. Hal ini memang akan membuat background menjadi blown (terbakar) tapi kita bisa menyelamatkan objek fotonya.
  • gunakan spot metering lalu arahkan titik pengukuran ke arah objek, hal ini akan membuat kamera menghasilkan eksposur yang tepat hanya di objek foto dan tidak menghiraukan cahaya yang datang dari arah belakang.
  • gunakan fill-in flash, jangan sangka lampu kilat hanya untuk dipakai di daerah gelap. Lampu kilat juga bermanfaat untuk menerangi daerah gelap akibat pencahayaan belakang.
  • gunakan koreksi memakai software (semisal Photoshop), namun tentu anda perlu waktu lagi untuk mengolahnya.

Kesimpulan

Dengan memahami bermacam konsep pencahayaan (jenis, sumber dan arah datangnya cahaya) diharap kita semakin bisa menghasilkan foto yang baik. Saat akan memotret, cobalah untuk sejenak berpikir mengenai cahaya apa yang akan kita pakai, apakah kita perlu soft light (bila ya gunakan diffuser pada lampu kilat), apakah intensitas cahaya sekitar sudah mencukupi untuk kamera mendapat eksposuer yang tepat, apakah kita perlu mengatur white balance secara manual, apakah arah datangnya cahaya memang sudah sesuai yang kita inginkan; bila tidak, bisakah kita merubah posisi kita (dan si objek) untuk mendapat arah cahaya yang tepat? Memang tampaknya rumit, mau memotret saja kok banyak yang harus dipikirkan. Tapi demi foto yang lebih baik, tak ada salahnya kan sedikit ‘berjuang’ dan berlatih?

Sumber

Kesalahan yang dilakukan pemula saat memotret

Melatih skill bersama komunitas fotografi


Tulisan ini ditujukan untuk sekedar sharing pengalaman seputar aneka kesalahan yang biasa dilakukan oleh fotografer pemula.

Melatih skill bersama komunitas fotografi

Kamera digital sebagai sarana fotografi sering jadi tolok ukur / benchmark dalam menentukan kualitas hasil foto. Diyakini dengan semakin canggihnya kamera (diindikasikan dengan banyaknya setting dan parameter) maka kamera akan memberi hasil yang lebih baik. Namun banyak yang tidak menyadari kalau kamera yang punya banyak setting akan membuka banyak kemungkinan salah dalam memilih setting yang sesuai, apalagi kamera digital punya setting yang lebih banyak dari sekedar shutter, aperture dan ISO. Ada baiknya anda juga membaca artikel ini sebagai pengantar tulisan kami ini.

Langsung saja, kenali dan evaluasilah aneka kesalahan umum yang biasa dialami oleh para fotografer pemula berikut ini :

  • yang paling mendasar : kurang teori dan/atau praktek fotografi
  • mendasar : salah menentukan nilai eksposur -> shutter, aperture dan ISO
  • tidak jeli memperhitungkan pencahayaan saat itu, terkadang menurut mata kita masih cukup terang ternyata kamera menganggap sudah mulai gelap
  • salah memutuskan penggunaan lampu kilat, kadang saat diperlukan kita justru lupa mengaktifkannya
  • membiarkan lampu kilat dalam mode ‘Red Eye’ yang akan menyala beberapa kali sebelum memotret, sehingga akan menyebabkan kita ketinggalan momen (biasanya pada kamera saku)
  • salah menentukan titik fokus yang diinginkan (bila kameranya bisa memilih titik fokus) sehingga mana yang tajam mana yang blur jadi terbalik
  • tidak memakai format RAW saat memotret sesuatu momen yang amat penting
  • terlalu percaya pada mode AUTO (berlatihlah memakai mode A/S/M bila ada)
  • tidak memakai setting white balance yang tepat (misal harusnya flourescent tapi pilih WB tungsten)
  • memakai pilihan metering yang tidak tepat (apalagi saat terang gelapnya objek foto tidak merata / area kontras tinggi)
  • lupa memeriksa setting kompensasi eksposur (Ev) yang beresiko membuat foto jadi under / over-exposed
  • tidak mengkompensasi eksposure (Ev) secara manual (ke arah plus atau minus) saat metering kamera memberi hasil yang tidak sesuai dengan keinginan kita
  • tidak meluangkan waktu untuk melihat histogram (baik sebelum atau sesudah memotret) padahal di saat terik matahari, layar LCD kamera tidak lagi akurat untuk mengukur eksposure
  • lupa mengaktifkan fitur image stabilizer (bila ada) saat diperlukan, seperti saat speed rendah atau saat memakai lensa tele)
  • tidak berupaya mendapat sweet spot lensa saat perlu foto yang tajam (menghindari fokal lensa ekstrim dan stop down dari bukaan maksimal)
  • tidak membawa baterai cadangan, khususnya yang berjenis AA/NiMH
  • tidak mengaktifkan AF-assist beam/strobe saat low-light yang menyebabkan kamera kesulitan mencari fokus
  • tidak sengaja menghapus sebuah foto (ups…)
  • tidak memakai tripod saat memakai shutter lambat (dibawah 1/20 detik)

Adapun aneka kecerobohan dalam penggunaan kamera yang beresiko membuat kamera anda rusak diantaranya :

  • tidak berhati-hati menjaga lensa dari sidik jari, cipratan air bahkan benturan (impact)
  • lupa mematikan kamera saat mengganti lensa atau kartu memori
  • membawa kamera dengan menggenggam lensanya (untuk DSLR dengan lensa ber-mounting plastik ini bisa mengundang resiko patah)
  • memasang filter dengan memutarnya terlalu kuat (untuk lensa kit yang masih memakai sistemrotating lens seperti lensa kit Canon / Nikon 18-55mm) yang beresiko merusak motor di dalam lensa
  • mengarahkan kamera anda ke matahari di siang hari bolong
  • meniup debu yang menempel di sensor (maaf, air liur anda bisa terciprat ke sensor dan membuat masalah semakin runyam…) -> solusi, gunakan peniup debu yang tersedia khusus untuk kamera

Tentu saja hal-hal seperti ini perlu dicermati guna mencegah gagalnya foto-foto penting atau hingga rusaknya peralatan anda. Sayang kan saat peristiwa yang difoto ternyata hasilnya mengecewakan karena kita melakukan kesalahan yang tampaknya sepele tapi amat berpengaruh?

Sumber

Daftar Pembelian Pemain MU Terburuk

Berikut ini daftar pemain terburuk yang pernah dibeli Manchester United


1. Massimo Taibi
dibeli tahun 99 dari venezia sebesar 4.4 juta pounds, diharapkan menjadi pengganti peter shmeichel, namun ternyata terlalu banyak melakukan blunder dan hanya bermain sebanyak 4 kali. rekor terburuknya adalah ketika bermain melawan chelsea, MU dikalahkan 5:0











2. Juan Sebastian Veron
Dibeli dari Lazio seharga 28 juta pounds, bermain untuk 2 musim namun tidak memuaskan dan akhirnya dilepas ke chelsea















3. Diego Forlan
Dibeli dari Independiente, seharga 7 juta pounds.
Namun, ia hanya memberikan satu gol di tiap enam penampilan. Setelah dua musim bersama MU, ia kemudian dijual ke Villareal dan kemudian Atletico Madrid membelinya dari Villareal.










4. Gabriel Heinze
Dibeli dari Paris Saint Germain dan menjadi pemain inti hanya bermain selama 2 musim














5. Owen Hargreaves
Dibeli dari Bayern Munchen seharga 18 juta pounds pada tahun 2007. Namun karena sering berhadapan dengan cedera, maka tahun 2011 ini dia dilepas secara gratis












6. Dong Fangzhuo
Pemain ini satu-satunya pemain yang dibeli dari Cina, diharapkan dapat sesukses Park Ji Sung, namun pemain ini tidak berhasil dan dijual kembali







Mr. Kendi
kendiguci.blogspot.com
myeureka.wordpress.com