Berikut beberapa gambar yang bisa membuat pandangan kita terhipnotis dan seolah-olah berubah padahal gambar ini merupakan gambar statis atau diam :
(sumbangan : Yudistria Adi Permanan)
Selamat Pagi SAMers !!!
Ada woro-woro penting nich dari Panitia HUT Bank Mandiri, jadi, nanti hari Minggu tanggal 2 Oktober 2011 Bank Mandiri Ultah yang ke-13 lhooo …. Acaranya bakal dirayain gedhe-gedhean di Dunia Fantasi (DUFAN) dan Advanture Waterpark (AWA). Info perayaannya, kira-2 begini :
Konsep even : Advanture Budaya Indonesia
Jumlah peserta yang hadir : ± 44.000 orang.
Kaus peserta : Direktorat TFS warna Coklat Muda (warna kaus setiap
Direktorat berbeda-beda).
Info penting : Pegawai dan keluarga yang hadir (sesuai jumlah yg diakui
Bank Mandiri) wajib dan harus membawa ticket serta
kaus dipakai/ dibawa untuk ditunjukkan saat masuk ke
lokasi DUFAN/AWA (kalo anaknya masih bayi, kaus tsb
wajib ditunjukkan di pintu masuk DUFAN/ AWA).
Kesimpulan tentang kaus : Peserta yang tidak memakai kaus yang ditentukan, tidak
dapat masuk ke DUFAN dan AWA.
Voucher yang diberikan : Rp.40.000,- per kepala (jumlah keluarga yang ditanggung
sesuai catatan yang diakui oleh Bank Mandiri).
Akan ada 2 moment/acara penting :
1. Pagi
Pagi-pagi jam 08.00 s/d 09.00 WIB, seluruh pegawai harus hadir karena akan ada acara Direktorat. Jadi, setiap Direktorat harus melakukan acara koempoel-koempoel dengan seluruh group yang ada di dalam jajaran Direktoratnya.
Untuk Direktorat TFS, telah ditentukan berkumpul di wahana “Baku Toki” yang merupakan wahana bombom car .... (dari pintu masuk utama DUFAN, ke arah kanan dekat wahana RAMA SHINTA)
Acara Direktorat memang ngga banyak-banyak siyy .. yang paling penting pembagian door prize-nya itu lhooo ... dan bagi pegawai yang sudah dapat doorprize di acara Direktorat, jangan khawatir, akan tetap diikutsertakan dalam undian pada saat acara puncak. Acara lainnya hiburan musik organ tunggal dengan penyanyi-2 handal dari pegawai Direktorat TFS .. antara lain Ibu Diana Hadi, Andrew Irawan (Treasury), Ibu Bara, Bpk. Japaris (PFA), Pak Abdul Hakim dan Om Ali yang tergantenkkk se SAM Raya (SAM).
Oiya ... untuk pegawai yang hadir s/d jam 09.00, oleh panitia akan diberikan BLT alias Breakfast Langsung Tunai pengganti sarapan sebesar Rp.20.000 per kepala. Contohnya, pegawai K3 akan mendapat BLT sebesar Rp.100.000,- .. Hmmm. asikkk kaann ... Namun, utk pegawai yang hadir lewat dari jam itu .. yaaaa ... mohon maaf .. Panitia Direktorat ngga bisa berikan BLT tersebut.
Sooo .. buruan deh dateng pagi-pagi .. selain sehat dengan udara segar di Ancol juga dapet BLT pula .....
Just info pula, selama acara Direktorat berlangsung, seluruh wahana di Dufan belum dioperasionalkan. Wahana baru akan dioperasikan sekitar pukul 10.00 setelah selesainya Acara Direktorat.
Di panggung Maksima Dufan, pgawai dan keluarga akan dihibur oleh artis-artis top Ibukota dengan MC kocak : RONAL dan TIKE, yang setiap pagi siaran di Jak FM ..
2. Sore
Merupakan acara puncak HUT Bank Mandiri, lokasinya di Pantai Festival. Dalam acara tersebut, akan ada sambutan dari Bapak Direktur Utama dan sebagai ceremony akan ada pemotongan tumpeng.
Acara Puncak tersebut akan dimulai sejak pukul 16.30 sampai dengan 20.00. Artis-artis yang akan menghibur kita dalam acara puncak tersebut yaitu Nidji, SMASH (bukan SMOSH lhoo ..), dll. MC-nya seperti biasaaaa .. OKI LUKMAN dan INDRA BEKTI.
Di akhir acara, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, akan ada pertunjukkan kembang api yang spektakularrrrrr ....
Rekan SAMers wajib dateng bersama keluarga yaa ... Emang sih cuman di Ancol, tapi nilai kebersamaannya itu lho ….rrruaaarrrr biasa, kapan lagi kita bisa ketemu dengan keluarga SAMers yang lain dalam suasana yang penuh keceriaan.
Corsec dan Business Banking Group sebagai panitia akan selalu mengupdate perkembangan berita tentang kegiatan HUT BM ini ke seluruh Group. Sooo … kita akan cek bebi cek info-2 terbaru dari Corsec & BBG dan akan kita infokan pula ke seluruh SAMer ….
Woro-woro ini, tolong dicascade ke SAMers lainnya yaa.
Salam Ulang Tahun,
Karyawan Budianto
Esensi fotografi adalah bermain dengan cahaya. Dasar fotografi untuk mengatur cahaya dinamakan eksposure. Komponennya cuma tiga: shutter speed (kecepatan rana), aperture(bukaan diafragma) dan sensitivitas sensor (ISO). Namun pengaturan ketiga komponen inipun tak bisa lepas dari pemahaman dasar akan pencahayaan (lighting), karena cahaya adalah hal pokok yang akan diatur oleh komponen eksposur. Kali ini kami ingin mengulas mengenai teori dasar pencahayaan sebagai bekal untuk memudahkan anda mendapat eksposur yang tepat.
Pencahayaan, atau lighting, bisa digolongkan dalam berbagai bahasan. Umumnya kita membahas lighting berdasarkan jenisnya, sumbernya, dan arah datangnya. Berdasar jenis cahaya kita kenal ada hard light, soft light dsb. Berdasar sumber bisa cahaya tentu dibagi dalam beberapa macam sumber cahaya seperti matahari, lampu studio dsb, sedangkan menurut arah datangnya cahaya, bisa digolongkan dalam cahaya depan, cahaya samping dan cahaya belakang.
Secara sederhana jenis cahaya dibagi dalam dua kelompok, yaitu: cahaya keras (hard light) dan cahaya lembut (soft light). Cahaya keras cenderung punya intensitas tinggi yang menyulitkan kamera untuk mengukur eksposur yang tepat, dan berpotensi membuat pantulan pada objek yang difoto. Hard light juga akan membuat bayangan yang tegas sehingga kurang cocok untuk foto profesional. Cahaya keras contohnya dihasilkan oleh semua lampu kilat pada kamera, atau sinar matahari langsung yang menyorot ke objek foto.
Hard light (credit : dailyphototips.com)
Sebaliknya cahaya lembut (soft light) umumnya dihasilkan melalui teknik studio yaitu penggunaan diffuser pada lampu kilat (lihat gambar di samping). Di taraf lebih tinggi digunakan teknik pantulan supaya cahaya bisa semakin lembut, baik pantulan ke langit-langit (bouncing) ataupun memakai reflektor. Cahaya lembut lebih cocok untuk dipakai di studio baik untuk foto orang ataupun foto produk, namun di luar ruang yang punya sumber cahaya kompleks, cahaya lembut sulit diaplikasikan. Setidaknya kita bisa mengenal perbedaan hasil yang didapat dengan memakai cahaya keras atau cahaya lembut.
Di dunia ini sumber cahaya sangat banyak dan kompleks, mulai dari sinar matahari, bermacam jenis lampu dan benda lain yang berpendar. Tiap sumber cahaya memiliki intensitas dan temperatur warna yang berbeda-beda, sehingga diperlukan kemampuan yang baik dari kamera (atau fotografer) dalam menentukan white balance yang tepat. Umumnya kamera mampu mengenali cahaya matahari, lampu neon, lampu pijar dan lampu kilat. Bila hasil white balance otomatis dari kamera meleset (benda putih jadi kebiruan atau kemerahan) atur preset white balance secara manual. Untuk tingkat lebih lanjut, gunakangrey card sehingga foto yang meleset bisa ditolong memakai software.
Kebanyakan kita memotret mengandalkan cahaya alami khususnya sinar matahari. Perlu diingat kalau intensitas cahaya matahari sangat tinggi dan berpotensi membuat foto mengalami highlight clipping. Untuk hasil terbaik hindari memotret di saat matahari terik (jam 10 sampai jam 15) karena kamera tidak akan mampu menangkap rentang spektrum terang gelap yang amat lebar. Apalagi prinsip metering kamera mengandalkan cahaya yang dipantulkan oleh objek foto, sehingga resiko eksposure meleset cukup besar.
Temperatur warna bermacam cahaya (credit : Shortcourse.com)
Yang menarik adalah pembahasan mengenai arah datangnya cahaya. Menarik karena bila disiasati dengan tepat, bisa didapat foto yang dramatis, namun bila salah maka hasilnya akan mengecewakan.
Sebagai bonus, bila pun anda terpaksa memotret dengan sumber cahaya dari belakang (backlight), berikut tips untuk menghindari siluet :
Dengan memahami bermacam konsep pencahayaan (jenis, sumber dan arah datangnya cahaya) diharap kita semakin bisa menghasilkan foto yang baik. Saat akan memotret, cobalah untuk sejenak berpikir mengenai cahaya apa yang akan kita pakai, apakah kita perlu soft light (bila ya gunakan diffuser pada lampu kilat), apakah intensitas cahaya sekitar sudah mencukupi untuk kamera mendapat eksposuer yang tepat, apakah kita perlu mengatur white balance secara manual, apakah arah datangnya cahaya memang sudah sesuai yang kita inginkan; bila tidak, bisakah kita merubah posisi kita (dan si objek) untuk mendapat arah cahaya yang tepat? Memang tampaknya rumit, mau memotret saja kok banyak yang harus dipikirkan. Tapi demi foto yang lebih baik, tak ada salahnya kan sedikit ‘berjuang’ dan berlatih?
Tulisan ini ditujukan untuk sekedar sharing pengalaman seputar aneka kesalahan yang biasa dilakukan oleh fotografer pemula.
Melatih skill bersama komunitas fotografi
Kamera digital sebagai sarana fotografi sering jadi tolok ukur / benchmark dalam menentukan kualitas hasil foto. Diyakini dengan semakin canggihnya kamera (diindikasikan dengan banyaknya setting dan parameter) maka kamera akan memberi hasil yang lebih baik. Namun banyak yang tidak menyadari kalau kamera yang punya banyak setting akan membuka banyak kemungkinan salah dalam memilih setting yang sesuai, apalagi kamera digital punya setting yang lebih banyak dari sekedar shutter, aperture dan ISO. Ada baiknya anda juga membaca artikel ini sebagai pengantar tulisan kami ini.
Langsung saja, kenali dan evaluasilah aneka kesalahan umum yang biasa dialami oleh para fotografer pemula berikut ini :
Adapun aneka kecerobohan dalam penggunaan kamera yang beresiko membuat kamera anda rusak diantaranya :
Tentu saja hal-hal seperti ini perlu dicermati guna mencegah gagalnya foto-foto penting atau hingga rusaknya peralatan anda. Sayang kan saat peristiwa yang difoto ternyata hasilnya mengecewakan karena kita melakukan kesalahan yang tampaknya sepele tapi amat berpengaruh?